Buang Limbah Nuklir, Netizen Khawatir!

Jepang Buang Limbah Nuklir ke Laut, Ini Alasannya!

Negara Jepang atau yang sering disebut dengan Negeri Sakura saat ini menerapkan kebijakan pembuangan limbah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) ke laut yang sudah mulai dilakukan sejak Agustus 2023 lalu.

Lebih dari satu juta metrik ton air radioaktif yang telah diolah dari PLTN dialirkan ke laut Pasifik. Ini disebut-sebut merupakan proses yang akan memakan waktu puluhan tahun untuk diselesaikan.

Air tersebut disuling setelah terkontaminasi akibat kontak dengan batang bahan bakar di reaktor, yang hancur akibat gempa bumi dan tsunami tahun 2011.Tangki di lokasi tersebut menampung sekitar 1,3 juta ton air, cukup untuk mengisi 500 kolam renang ukuran Olimpiade.

Menurut laporan BBC, sejak bencana tsunami 2011 perusahaan utilitas yang bertanggung jawab atas PLTN tersebut, Tokyo Electric Power (Tepco), telah memompa air untuk mendinginkan batang bahan bakar reaktor nuklir Fukushima. Ini artinya setiap hari pabrik tersebut menghasilkan air yang terkontaminasi, yang disimpan dalam tangki besar.

Lebih dari 1.000 tangki telah terisi, dan Jepang mengatakan bahwa mereka membutuhkan lahan yang ditempati oleh tangki-tangki tersebut untuk membangun fasilitas baru guna menonaktifkan pembangkit listrik tersebut dengan aman. Mereka juga menunjukkan kekhawatiran bahwa tank-tank tersebut bisa runtuh jika terjadi bencana alam.


Tepco menyaring air Fukushima melalui Sistem Pemrosesan Cairan Lanjutan (ALPS), yang mengurangi sebagian besar zat radioaktif hingga mencapai standar keamanan yang dapat diterima, selain tritium dan karbon-14. Mereka menyaring air yang terkontaminasi untuk menghilangkan isotop, hanya menyisakan tritium, yakni isotop radioaktif hidrogen yang sulit dipisahkan.

Menurut artikel Scientific American pada tahun 2014, tritiuma dianggap relatif tidak berbahaya karena radiasinya tidak cukup energik untuk menembus kulit manusia. Jika tertelan dalam kadar di atas kadar air yang dikeluarkan, hal ini dapat meningkatkan risiko kanker.

Tepco dan pemerintah Jepang telah melakukan penelitian yang menunjukkan bahwa air yang dibuang hanya menimbulkan sedikit risiko bagi manusia dan kehidupan laut. Banyak ilmuwan juga mendukung rencana tersebut.

Reaksi warga tetangga Jepang seperti Korea, China mereka khawatir karena mereka merupakan tetangga mereka yang dimana perairan mereka sangat dekat sehingga membuat warga sekitar khawatir jika pekerjaan para nelayan terhambat karena ada zat kimia yang membuat ikan pada mati atau tercemar.

Hal ini membuat netizen dunia heboh dan geger karena kekhawatiran mereka. Banyak yang khawatir karena limbah nuklir terdapat zat kimia yang jelas sangat berbahaya apabila dilepas secara liar. Banyak netizen yang menandatangani petisi agar  memberhentikan kegiatan ini. Meskipun pemerintahan Jepang sudang mengatakan bahwa zat nuklir tersebut sudah disaring, namun tetap saja netizen masih khawatir karena yang diketahui oleh masyarakat yaitu zat kimia yang berada di nuklir itu berbahaya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SARAN FILM DISNEY